Cerita Cerpen Benci Jadi Cinta

Published Desember 8, 2011 by siskhamouchie

 

 

Siskha Spon

" Love Story "

          Dipagi hari yang indah aku bangun dari tidur untuk berangkat sekolah dan tidak menyia-nyiakan hari pertama MOS di SMP. Mama sambil mengetok pintu dan berkata

“Eva,, ayo bangun nak udah pagi. Ini kan hari pertama kamu MOS”.

“iya-iya ma”. Jawab aku sambil membawa handuk untuk mandi.

             Sesampai di sekolahan dan mengikuti MOS. Aku sering kali dapat hukuman dari kakak osis. Aku duduk bersama teman aku sewaktu SD karena aku tidak begitu kenal dengan teman satu kelasku. Aku bertemu dengan adik temannya kakakku Yaitu bernama Mita. Mita adalah gadis yang baik. Setelah MOS selesai di laksanakan tenyata aku tidak satu kelas sama Mita. Mita di kelas 7E sedangkan aku di kelas 7D, aku juga bertemu dengan teman masa kecilku dimana aku selalu bersama dia yaitu Rendy. Dulu semasa kecil Rendy pindah ke Surabaya ikut dengan orang tuanya dan akhirnya aku dan Rendy terpisah. Aku dulu sangat sedih karena Rendy pindah ke Surabaya. Dan akhirnya di SMP aku dan dia di pertemukan lagi.

            Keesokan harinya aku harus bangun pagi karena pertama pelajaran baru. Aku duduk dengan Cheche dan di samping kiri aku ada Ifa. Mereka adalah sahabat aku yang baik. Di saat bel istirahat berbunyi aku di hampiri oleh Rendy. Rendy mengatakan cintanya kepadaku. Aku sangat terkejut dan aku sangat malu karena banyak anak yang melihatnya atas kelakuan Rendy terhadapku. Aku tidak berfikir panjang akhirnya aku memutuskan untuk menolak Rendy sebagai pacarnya. tetapi Rendy tetap saja mengejar-ngejar aku. Rendy menyatakan cintanya lagi didepan temanku. Dan akhirnya aku menerima Rendy sebagai pacarku karena aku kasihan terhadapnya. Tidak lama aku berpacaran dengan Rendy hanya 1 minggu aku pacaran dengan dia.

            1 tahun kemudian aku satu kelas lagi sama Ifa. Aku sebangku dengan Mita dan dibelakangku ada Ifa. Tetapi Cheche sahabatku dia tidak satu kelas denganku, dia kelas 8h,sedangkan aku,Mita,Nikmah dan Ifa 8g. Begitu banyak pacarku semenjak SMP, ada yang di malang, di surabaya, yang paling banyak yaitu di malang karena jika dimalang tidak ada yang tahu kalau aku sering mendua atau mentiga. Dikelas aku dan sahabat-sahabatku biasa suka cerita-cerita. Aku dan sahabat-sahabatku sudah mengetahui sifat,kelakuan,dan kekurangan kami masing-masing. Aku yang sama sekali tidak suka banget dengan hewan kucing dan kecoak, Cheche juga tidak suka dengan kucing, kalau Ifa dengan cacing, kalau Mita dengan ulat, kalau Nikmah apa ya?? kami selalu bersama. Di saat mereka berbincang-bincang. Mita cerita tentang dirinya.

“emmm…salah nggak sih aku suka Deni?” Tanya Mita kepada teman-temannya.

“ya nggak lah Mit, kok bisa sih kamu suka sama dia?” Tanyanya Ifa

“aku juga nggak tau juga sih. Pasti gara-gara teman-teman sekelas pada mengolok-olok aku dengan Deni”. Jawab Mita.

“che ileh.. Mita …. Masak sampai segitunya”. Aku motong pembicaraan

Disaat mereka berbincang-bincang ada yang memanggil aku untuk menemuinya yaitu Dika.

Dika ini yang suka sama aku tetapi aku tidak suka sama dia karena kelakuannya. Tetapi dia tetap aja keras kepala, akhirnya aku menemuinya.

“ada,, apa?” Tanya ku dengan sinis.

“Ev, pleacee trima lah aku sebagai cowok kamu aku akan menjaga kamu seperti aku menjaga diriku sendiri”. Dika dengan muka melas memohon-mohon kepada ku. Tetapi aku tidak memperdulikan

“terus…” jawabku dengan sinis.

“ya.. terus mau tidak jadi pacarku”. Tanya Dika

“ ya aku pikir-pikir dulu ya”. Jawabku sambil meninggalkan Dika dan kembali kepada temannya.

Di saat aku berkumpul dengan teman-teman Dika menarik tanganku lagi untuk keluar dan dia masih tetap saja tidak menyerah.

Aku berkata ke Dika :

“Ada apa lagi sih kan sudah aku bilang aku pikr-pikir dulu”.

“pleacee donk Ev.” Jawab Dika. Akhirnya aku pasrah dengan semuanya, aku menerimanya. Setiap pulang sekolah aku selalu pulang bareng bersama Dika. Aku mendukan Dika dengan kakaknya teman sekelasku. Aku lama kelamaan suka dengan Dika karena dia mau berubah. Aku memutuskan untuk putus dengan kakaknya teman sekelasku karena sudah bosan dengan kelakuaanya yang suka mengatur-ngatur aku. Teman satu kelasku ada yang suka sama aku tetapi aku tidak suka denganya yaitu Eko dan Sandi. Sungguh malang hidupku karena penuh dengan pilihan dan kegelisahan. Aku dan teman-teman berkumpul di rumahnya Ifa kami berbincang-bincang, di sela-sela perbincangan kami Mita cerita soal Deni, itu yang bikin malas karena selalu yang dia ceritan Deni terus-terusan dan bikin kuping panas buat aku,Cheche,Ifa dan Nikmah.

            Di pagi yang cerah diadakannya ulangan bahasa Indonesia, setiap ada pelajaran selalu diadakan ulangan karena guru-guru harus mengumpulkan daftar nilai ulangan dan tugas, maka dari itu sering ulangan dan banyak tugas karena minggu depan sudah ujian untuk kenaikan kelas 9. Di bel istirahat aku dan sahabat-sahabatku ke kantin dan kami sambil berbincang-bincang membicarakan ulangan tadi. Di sela-sela pembicaraan handphone aku berbunyi dan aku mengangkatnya.

“asslamualaikum, ini sapa ya?” tanyaku

“waalaikum salam, dan ini juga sapa ya?” jawab penelphone itu

“lho kok malah balik tanya sih, kan kamu duluan yang telfon. Kamu tahu nomberku dari sapa?” tanyaku

“aku tau number kamu dari mimpi”. Jawabnya dengan santai

“whatsssss, yang benar aja ya,,, sudah deh nggak usah bohong!!”. Kataku sambil sebel

“ya terserah kalau nggak percaya, aku tahu ciri-ciri kamu dan apa yang sedang kamu pakai sekarang dan juga aku tahu sekolahmu dan satu lagi yang aku tahu yaitu rumah kamu.” Jawabnya

“ oke, kalau kamu tahu coba semua sebutkan?” tanyaku dengan semakin kesal dan pingin nutup telfonnya.

“oke, dari pertama yaitu ciri-ciri kamu ; rambut kamu setengah bahu kan, dan kamu tingginya mungkin 145 ya kan. Terus kamu pakai baju orange kan dan sekarang lagi di kantin bersama sahabat-sahabat kamu. Dan kamu sekolah diSMPN 2 kan, dan kamu tinggal di Jl.Dr.Soetomo kan. betul nggak?” tanyanya sambil nyantai

“emm…(dia kok bisa tahu semuanya ya??)”. Dalam hati aku berkata.

“emm,, kenapa?? emm iya kan??”. Tanyanya lagi

“oke, semuanya betul. Sebenarnya kamu itu sapa sihh, dan kamu tahu semuanya dari sapa?.”Tanyaku

“hahhahah,, ya tahu lah aku gitu, dan anehnya aku tahu number kamu dari mimpi.” Jawabnya

Aku berkata “dasar orang aneh”. Sambil menutup telfonya. Salah satu temannya ada yang tanya padaku.

“sapa Ev itu tadi, kok kayaknya kamu sebel gitu”. Tanya Cheche

“biasa orang nggak jelas”. Jawabku yang masih sebal sama penelphone itu.

“yuk kita ke kelas saja ya”. Aku mengajak temanku.

Bel berbunyi masuk kelas teng teng teng. Guru fisika masuk ke kelas dan memulai pelajaran, semua siswa menyacatat jadwal ujian untuk hari senin hingga sabtu. Bel pulang berbunyi teng teng teng teng. Seperti biasa aku pulang bersama Dika.

            Di hari minggu aku waktunya belajar untuk besok hari senin. Ada nomber yang tidak di kenali menelfonku jadi belajarku terganggu.

“assalamualaikum, ini sapa sih ganggu aku belajar aja?.” Tanyaku

“waalaikum salam Eva. Hehehhe ya maaf.” Jawabnya

“loh kamu kok tau namaku sih. Eh kamu sapa sih?.” tanyaku sambil sinis.

“nggak perlu marah gitu toh neng, ya sudah ini aku Fadly.” Jawabnya

“tahu nomerku dari sapa?”. Tanyaku lagi

“kan sudah aku bilang toh neng dari mimpiku.”jawabnya

“dasar orang sinting loe.” Aku sambil menutup telfonnya dan nonaktifkan handphoneku.

Di pagi hari yang cerah aku berangkat sekolah dan untuk memulai ujian. Aku dan teman-teman bersama-sama belajar di ruangan ujian. Bel berbunyi untuk melaksanakan pertama ujian.

 Alhamdullillah aku bisa mengerjakannya dengan lancar. Aku dan sahabat-sahabatku selalu belajar bersama maka dari itu aku bisa mengerjakannya tanpa sahabat-sahabatku membantu pasti ujian ini tidak akan lancar dan bisa. Ujian telah aku lewati dan sekarang aku dan sahabatku akan kerumahku sambil nonton buat reflesing sehabis ujian. Dirumah kami bercanda tawa dan mulailah Mita ngomongin Deni yang bikin semua teman-temannya bosan mendengar ceritanya. Hari pengambilan rapot dimana aku sangat takut akan nilaiku jelek dan takut tidak naik kelas 9. Mamaku tiba disekolahan dan bertemu denganku.

Aku berkata : “mama, ruangan kelasku kan dekat musolla ngapain kesana.”

“oh iya ya mama lupa,hehehehehe”. Jawab mamaku

Mamaku telah memasuki ruangan dan sedangkan aku menunggu di depan ruang kelasku bersama teman-temanku dan kami tidak banyak bicara karena kami semua memikirkan nilai kita. Orang tua Mita sudah keluar dari ruangan dan Mita langsung menghampirinya,dan Mita langsung pamitan pada kita semua untuk pulang. Kalau Cheche udah pulang dari tadi karena dia beda kelas denganku, tinggal aku dan Ifa yang belum pulang. Orang tua Ifa juga sudah keluar dari ruangan dan Ifa menghampirinya dan dia pamitan pulang kepadaku, jadi sendirian deh aku. Dan akhirnya mamaku keluar dari ruangan itu dan mamaku bilang kalau aku masuk disepuluh besar dan nilai-nilaiku baik disitu rasanya lega banget karna ketakutanku sudah hilang dan juga aku naik kelas 9. Aku langsung sms Cheche,Ifa, Mita dan Nikmah , dan akhirnya mereka juga nilainya juga bagus dan naik kelas. Liburan sekolah 2 minggu dan di liburan itu aku dan sahabat-sahabatku shopping dan kumpul bareng karena kapan lagi libur 2 minggu lagi pastinya hanya kenaikan kelas dan hari raya idul fitri. Di sela-sela pembicaraan aku dapat sms dari teman sekalasku yaitu Widya

From : widya

                       

Haii ev, lagi ngapain? liburan kemana nih? nggak ke home ku ta??

Aku balas sms widya

                                    Aku lagi ngumpul-ngumpul sama teman-teman wid……

                        Kamu sendiri wid lagi apa? Aku liburan ya mungkin ke malang,, kamu sendiri??

                        Kapan-kapan saja ya aku kehome kamu dan juga nggak ada yang anterin aku.

Aku sambil nunggu balesan dari Widya dia melanjutkan pembicaraannya dengan teman-temannya. Tiba-tiba handphoneku berbunyi lagi Widya membalasnya.

 From : widya

                                    Aku di rumah saja,, kan keluargaku tinggal disini semua,,hehehehehe

                        Oh ya kamu masih pacaran dengan Dika ta?????

Aku membalas

                                    Iya kenapa wid??

Widya

Ya nggak ap cuma tanya saja , kamu tau dengan nomer ini 087253123330 ????

Aku

Iya kenapa?? Loh kamu di terror dia juga ta?? Duh dia tuh ya menyebalkan banget wid .

 

Widya

                        Ya dia tueh tanya-tanya kamu ev. Emmmm… dia ngaku namanya sapa ev??

 

Aku

                        Dia ngaku namanya Fadly ,,, emank kenapa sih??

Widya

Sebenarnya dia itu kakakku ev,,sebenarnya namanya itu Fahmi dia minta nomber teman-temanku aku  binggung mau ngasikkan nombernya sapa,, ya akhirnya

 aku kasik number kamu…Maaf  ya ev,, nggak apa ta??

Aku

 Emmmm,,,apa boleh buat yang terjadi biarlah terjadi ,, emang salah apa sih aku dia kok ngebohongin aku segala,,,

 

Widya

                        Emm,,, ya maaf  ev,, udah dulu ya ev aku mau ke rumahnya nenekku…

Aku membalas

                        Ocemmmm,,,,,,!!!!!

semua temanku heran melihat sikapku yang tiba-tiba aku marah-marah sendiri dan Cheche sahabatku mulai tanya kepadaku.

“kenapa loe Ev nggak biasanya kamu cemberut gitu waktu smsan biasanya kamu kan senyum-senyum sendiri kayak orang habis dapat arisan,,hhehehehehe”. Tanya Cheche kepadaku.

“nih lihat saja smsnya Widya”. Jawabku sambil sebel karena ternyata aku dibohongin.

“ohh,, terus emang kenapa sih kamu kok sampai marah nggak jelas gitu??”. Tanya cheche

“yaiyalah teman karena aku nih di bohongin, ya sudahlah jangan bahas itu lagi”. Jawabku

            Liburan telah usai aku dan teman-temanku tidak satu kelas lagi semuanya berpencar ada di 9A,9D,9G dan 9H sedangkan aku 9B. Aku dan teman-temanku ke rumahku dan kami membicarakan tentang kelas kami kok bisa tidak satu kelas malah berpencar. Salah satu dari teman kita yaitu Cheche selalu berhayal.

“kalau gitu kita ngekost saja gimana??”. Tanya Cheche

“ya allah cheche kamu terlalu ketinggian deh,, meskipun kita tidak satu kelas kita kalau kekantin selalu bersama gimana??”. Jawabku

“ih ide yang bagus tuh”. Ifa menyelah pembicaraan.

                              “oh ya teman kamu tahu nggak yang aku ceritain yang dulu-dulu itu,, kenapa ya aku kok nggak pernah ngerasain rasanya jatuh cinta??”. Tanyaku

“hahahaha kamu ngerasainnya dunia kiamat. Hehehehe tapi aku juga tuh nggak pernah ngerasainnya kan aku tidak memikirkan itu dulu,, belajar itu penting buat masa depan”. Jawab Cheche

“kamu kok gitu sih Che,,emang sih belajar itu penting tapi aku kan kalau pacaran asal-asalan saja,, bosan ya putus,, tapi aku nggak tahu kenapa aku ngerasain itu??.” Kataku

“yaiyalah aku bilang gitu kan emang kamu nggak pernah ada rasa dari dulu,, ingat Ev hukum karma masih ada lohh dan masih berlaku dikalangan remaja sekarang. Emang kamu suka sama sapa sih??”. Tanya Cheche

“emmm, sama Fahmi .” jawabku

Semua temanku mengucap bersamaan “Whatttzzz,, kok bisa??”

“ya nggak tahu lah,, ihh nggak usah bersamaan gitu kali dan nggak usah sekaget itu.” Jawabku.

“hahahahaha ternyata,, sih Eva bisa jatuh cinta juga nggak mimpi kan aku???. Tenyata masih berlaku juga benci jadi cinta”. Kata Ifa

“hemm, ya sudahlah ngomongin yang lain saja”. Jawabku

            Keesokan harinya aku memulai pelajaran baru di kelas. Di kelas aku sedikit diam dan aku SKSD(Sok Kenal Sok Dekat) gitu sama teman yang lainnya. Akibat sifatku yang SKSD itu muncul, aku mempunyai banyak teman kalau tidak ada sahabat-sahabatku ya aku bersama teman-teman sekelas sambil ngobrol-ngobrol tapi kalau ada sahabat-sahabatku aku tidak akan lupa akan temanku dikelas, jadi aku ajak ngobrol juga aku gabungin dengan sahabat-sahabatku yang dekat sama aku jadi kelasku semakin ramai sewaktu istirahat karena banyak canda dan tawa, terus ke kantin bersama semua temanku yang satu kelas sama aku dan sahabat dekatku rasanya aku nyaman sekali bersama teman-temanku dan aku mulai banyak teman. Di malam hari aku belajar untuk mempersiapkan ulangan matematika besok tiba-tiba ada telfon masuk yaitu Fahmi.

“assalamualaikum, ada perlu apa telfon?”. Tanyaku

“ya pingin aja emang nggak boleh ya?”. Tanyanya Fahmi

“huftz,, kamu itu ya kalau telfon selalu tidak lihat sikon. Aku nih lagi belajar buat ulangan besok”. Jawabku

“emm ya maaf deh kalau gitu. Smsan ya??”. Tanya Fahmi

“ya lihat saja nanti. Udah dulu ya,, assalamualaikum”. Aku sambil menutup telfonya

“oke,, waallaikum salam.” Jawab Fahmi

Tiba-tiba handphoneku bunyi lagi yaitu sms dari Dika, akhirnya smsan sampai malam pukul 21.00. Aku mengakhiri smsanku dengan Dika karena sudah malam waktunya untuk tidur agar besok bisa lancar mengerjakan ulangan matematika.

            Keesokan harinya aku kumpul bersama teman-temanku dan di situ ada Deni dan Kiky.

“Mita kamu tidak apa-apa kan?”. Tanyaku

“huhuhuhu, ternyata dia pacaran sama kiky, sakit banget rasanya melihat mereka”. Jawab Mita sambil nangis.

“sudahlah Mit,,, tidak usah ditangisi kan masih banyak cowok yang lain yang lebih dari dia”. Kata Nikmah.

“iya sih tapi cinta kan tak harus memiliki tak apalah. Sampai kapanpun aku selalu mencintai dia.” Jawab MIta

“yuk kita pindah tempat saja ya”. Kata Ifa

Kami memasuki kelas dan tidak membahas soal tadi dan kami cerita-cerita dan juga ada humorisnya untuk menghibur Mita agar tidak sedih lagi.

            Beberapa hari kemudian disekolahku diadakan pentas seni. Aku dan teman-temanku yang lain ngobrol-ngobrol di kantin salah satunya ngobrolin pelajaran dan kami disitu belajar bareng meskipun di adakan pentas seni untuk menghibur tetapi aku dan teman-temanku tidak memperdulikan karena sebentar lagi akan menghadapi tryout pertama buat kelas 9, tiba-tiba ada sms masuk dari Fahmi dia nyatakan cintanya kepadaku dan akhirnya aku menerimanya dan pada hari itu juga aku mutusin Dika karena aku tidak mau menduakan Fahmi.

Fahmi adalah cinta pertamaku karena aku belum merasakan cinta yang sebelumnya, dia selalu membantuku di saat aku sulit untuk mengerjakan pelajaranku. Getaran-getaran cinta mulai tumbuh di hatiku ternyata apa yang dikatakan temanku benar benci jadi cinta dan itulah cinta sebenarnya, dan aku selalu bersamanya. Canda dan tawa bersamanya dan juga temanku jadi di depan temanku aku dan dia tidak seperti orang pacaran gitu dan dia selalu mengajari aku dan temanku tentang pelajaran yang tidak di mengerti.

Beberapa bulan kemudian ada temannya Fahmi mengabariku bahwa Fahmi kecelakaan dia dirawat dirumah sakit, lukanya sungguh parah. Alhamdulillah dia sadar dan dia berkata padaku.

“jika aku telah tiada jangan tangisi aku ya, dan carilah penggantiku yang terbaik buat kamu, aku tak ingin kamu sedih aku ingin kamu selalu tersenyum untukku”. Kata Fahmi

“tidak, aku takkan mencari pengganti kamu, jangan bilang gitu dong. Iya pasti aku akan tersenyum untukmu. Ayo dong semangat kamu pasti sembuh jangan katakan itu lagi ya jangan tinggalin aku sendiri jika kamu sayang padaku kamu harus kuat dan lawanlah sakit itu, aku akan selalu berdo’a kepada yang maha kuasa agar kamu di beri kekuatan dan ketabahan.” Jawabku sambil meneteskan air mata.

“terimakasih kamu telah beri aku semangat dan terimakasih buat semuanya karena kamu selalu ada disampingku. Kamu harus selalu tersenyum untukku ya aku tidak mau kalau melihat kamu selalu sedih. Ini ada sesuatu buat kamu (kotak musik) jika kamu sedih mainkanlah kotak musik ini karena aku tak mungkin menghibur kamu lagi”. Kata Fahmi. Tak lama kemudian Fahmi menghembuskan nafas terakhirnya dia telah tiada dan aku mulai menangis dan aku tidak mungkin melupakan semuanya yaitu kelucuannya, selalu bikin aku tersenyum di saat aku lagi sedih, selalu mengajariku semua mata pelajaran tapi sekarang dia telah tiada . Dalam hatiku berkata “dulu kau pernah janji padaku kau takkan tinggalin aku tapi kenapa sekarang kau pergi meninggalkanku dan takkan mungkin pernah kembali bila tiada kamu siapa yang buat aku tertawa,siapa yang buat aku tersenyum kembali disaat aku lagi sedih dan siapa yang mengajariku semua mata pelajaran di saat aku lagi kesulitan?.” Hatiku mulai sakit dan air mataku tak kunjung berhenti dan kini kumulai sendiri tanpa ada kamu yang selalu menggangguku di saat aku belajar. Teman-temanku mulai berdatangan kerumahku untuk menghiburku dan aku sedikit terhibur karena ada teman-temanku selalu ada buatku disaat sedih maupun susah. Kotak musik itu selalu aku putar dan sambil meneteskan air mata karena aku tak bisa untuk melupakannya setiap saat kotak musik itu selalu aku mainkan karena aku kangen dengan canda tawa dengan dia  ,   selalu mengajariku dan dia sebagai guruku dan jika aku kesepian dia selalu menelphoneku. Jika kotak musik itu aku mainkan selalu air mataku ini berjatuhan.

Aku selalu teringat olehnya. Semenjak dia telah tiada aku selalu menyendiri karena aku kesepian dan aku selalu teringat masa laluku bersamanya dan tidak mudah untuk menghapusnya karena dia cinta pertamaku dan semenjak aku kenal dengannya aku selalu tersenyum, baru kali ini rasa cintaku begitu besar kepadanya tidak kayak mantan-mantanku dulu aku tidak pernah merasakan cinta sedikit pun.

              Beberapa bulan kemudian aku mulai melupakannya karena aku harus menghadapi UNAS. Aku dan teman-temanku sudah mempersiapkan untuk UNAS kami belajar bersama. UNAS telah dilaksanakan dan kami memulai mengerjakannya. Beberapa minggu kemudian kelulusan diumumkan di papan pengumuman dan Alhamdulillah aku dan teman-temanku semuanya lulus dan sepulang sekolah aku menuju ke makamnya Fahmi karena dia kelas 3 SMA dan dia juga mau menghadapi ujian tapi dia udah di panggil oleh allah. Aku ke makamnya Fahmi dan di sampingku ada teman-temanku yang menemaniku. Aku berkata dan sambil meneteskan air mata :

“fahmi,, aku lulus makasih ya buat semuanya kamu telah membantu mengajari aku pelajaran yang tidak aku mengerti dan akhirnya aku lulus karena kamu, dulu kamu telah mengajariku semuanya jadi aku tinggal mempelajarinya lagi jika kau masih ada di dunia ini pasti aku akan senang karena aku juga melihat kamu lulus dan aku akan selalu tersenyum untukmu seperti yang kau minta sebelum kau menutup mata”.

…THE END†

2 comments on “Cerita Cerpen Benci Jadi Cinta

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: